Sunday, February 11, 2007

Bagaimana sebuah kota didefinisikan diluar masalah tatanan dan perbatasan, pal "selamat datang", antara yang "sini" dan yang "sana", pembedaan untuk "publik" dan "privat", ruang dua dimensi yang tergambar dalam peta?

Sejarah telah banyak mencatat bahwa pembangunan sebuah kota adalah masalah siapa yang berdaulat dan berkuasa, dan orangorang yang tinggal di dalamnya tidak punya banyak kata untuk memilih.

City2City adalah proyek inisiatif LOWave (Prancis-Jerman),LIP dan Kinoki, sepanjang bulan Januari – Februari mengajak setiap individu untuk mengalami kotanya masingmasing. Pengalaman yang diharapkan dapat menjadi cermin, apakah pertentangan antara yang faktual dan citacita tetap ada, atau modern dan tradisi benar dapat jalan berdampingan seperti yang dikekalkan dalam berbagai jargon kota selama ini.

Dengan media video/film, City2City berupaya menjadi medan interaksi yang dapat menegosiasikan kepentingan dan harapan segenap unsur yang dimiliki kota. Menggunakan kota sebagai ruang dan segala hal yang berkembang bersamanya (lingkungan, arsitektural, ekonomi, sosial) sebagai titik tolak, pembuat film/video diajak untuk membagikan pandangan personal mereka dalam berbagai pendekatan yang dikuasai (fiksi, dokumenter, animasi, video seni, eksperimental,dll). Bagaimana setiap orang memandang lingkungannya dan seberapa besar kemungkinan yang ada untuk ikut serta membentuknya? Keterampilan seperti apa yang dibutuhkan untuk bertahan didalamnya? Wajah kota seperti apa yang akan dilestarikan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang?